Advertisement

Tabel Angsuran KPR Bank DKI Terbaru September 2019

Advertisement
Rumah merupakan sebuah kebutuhan yang saat ini bisa dibilang penting. Namun dalam kenyataannya banyak orang yang masih kesusahan dalam mewujudkannya. Untuk anda yang bingung mencari cara untuk mewujudkan rumah idaman, saat ini anda bisa mengajukan KPR di Bank DKI. Untuk penjelasan tentang tabel angsuran KPR Bank DKI, baca di bawah ini.


Apa Itu KPR Di Bank DKI?


Bank DKI merupakan sebuah bank daerah yang mana salah satu produk unggulannya adalah kredit pemilik rumah atau sering kita sebut dengan KPR. Dengan adanya produk ini diharapkan masyarakat yang kesusahan untuk mewujudkan rumah dapat terbantu. Selain itu dengan cicilan ringan dan sistem yang mudah diharapkan masyarakat tidak terlalu kesulitan ketika mengangsur cicilan ke bank.

Sebelum anda mengajukan KPR ke bank DKI sebaiknya anda menghitung terlebih dahulu berapa besar cicilan yang harus anda bayar. Kebijakan ini berlaku pada yang sudah memiliki konsep rumah atau pun belum. Maka dari itu cara ini diharapkan anda tidak akan kesulitan saat mengangsur cicilan. Selain itu dalam membayar angsuran, anda pun akan tetap bisa memenuhi segala kebutuhan mulai dari rumah tangga hingga yang lain. Maka dari itu anda pun harus memahami betul berapa besar cicilan yang harus dibayar agar anda pun bisa menghitung kemampuan finansial saat mencicil.

Simulasi Kredit KPR Di Bank DKI


Saat ini Bank DKI telah memiliki sistem KPR online. Sistem ini diharapkan dapat membantu nasabah dalam menghitung cicilan yang harus mereka bayar. Untuk anda yang ingin mengambil kredit KPR di Bank DKI terdapat 3 jangka waktu kredit yaitu 5, 10, dan 15 tahun dengan bunga 9,50%. Simulasinya adalah semacam ini jika anda mengambil kredit Rp. 50.000.000 maka besar cicilan yang harus anda bayar dalam jangka waktu 5 tahun adalah sebesar Rp. 1.050.000. Sedangkan jika anda mengambil cicilan dengan jangka waktu 10 tahun, besar cicilan yang harus anda bayar adalah sebesar Rp.646.988.000. Dan untuk anda yang mengambil jangka waktu kredit 15 tahun maka besar cicilan yang harus anda bayar adalah Rp.522.112.000.

Hal lain yang perlu anda ketahui adalah bahwa suku di Bank DKI adalah suku bunga berjalan atau sering disebut dengan floating. Suku bunga ini bisa mengalami kenaikan maupun penurunan sesuai dengan suku bunga acuan dari Bank Indonesia. Maka dari itu jika terjadi kenaikan maupun penurunan, tabel angsuran tersebut harus disesuaikan dengan suku bunga yang berlaku. Jika anda ingin menghitung sendiri besar cicilan yang harus dibayar, anda bisa menggunakan kalkulator KPR.

Hal-Hal Yang Harus Dipersiapkan Agar Pengajuan KPR Bisa Diterima


Setelah mengetahui berapa besar cicilan yang harus dibayar, ada hal lain yang harus anda persiapkan agar pengajuan KPR anda bisa diterima. Ini diantaranya.

1. Menghitung Rasio Pengeluaran Dan Hutang

Hal ini dimaksudkan agar anda bisa bisa memperkirakan bagaimana cara membayar cicilan tanpa membebani pemenuhan kebutuhan yang lain.

2. Tidak Mengambil Kredit Yang Lain Terlebih Dahulu

Dengan cara ini anda hanya akan fokus pada cicilan KPR saja tanpa terbebani cicilan yang lain.

Dokumen Untuk Mengajukan KPR


Selain hal-hal yang harus dipersiapkan sebelum mengajukan KPR, terdapat beberapa dokumen yang harus anda persiapkan jika ingin mengajukan KPR di Bank DKI. Ini diantaranya.

  • Salinan Identitas Suami Atau Istri (KTP,KK)
  • Slip Gaji Asli Maupun Fotokopi
  • Salinan NPWP Atau Nomor Pokok Wajib Pajak
  • Untuk Anda Yang Bekerja Sebagai Karyawan, Diwajibkan Untuk Mengajukan Fotokopi Surat Keterangan Bekerja Dari Perusahaan Anda.
  • Salinan Surat Ijin Usaha Untuk Wiraswasta
  • Fotokopi Buku Tabungan 3 Bulan Terakhir
  • Cash Flow Laporan Keuangan Untuk Wiraswasta
  • Salinan Sertifikat SHM, SHGB, Dan Lain-Lain
  • Fotokopi IMB Dan PBB

Bagi Anda Yang Berprofesi Sebagai Pengusaha Diharapkan Untuk Melampirkan salinan Akta Pendirian Perusahaan, SIUP, dan TDP.

Tabel Angsuran KPR Bank DKI


Untuk anda yang ingin mengetahui tabel angsuran KPR Bank DKI bisa dilihat di bawah ini.

Advertisement