Advertisement

Tabel Angsuran KUR Bank Mandiri Syariah Terbaru September 2019

Advertisement


Bank Syariah Mandiri merupakan bank yang termasuk dalam bank pelaksana KUR atau Kredit Usaha Rakyat selain 33 bank lainnya. Sebenarnya untuk kredit usaha rakyat atau KUR caranya sangatlah mudah dan tidak perlu agunan untuk jaminannya. Namun tentunya setiap bank memiliki kebijakan berbeda tergantung pimpinan bank tersebut.

Bank Syariah Mandiri atau yang juga dikenal sebagai Bank Mandiri Syariah merupakan bank syariah terbesar di Indonesia. Bank ini merupakan salah satu rekanan dari Bank Mandiri TBK. Bank Syariah Mandiri (BSM) memiliki pinjaman dengan simulasi berbeda dengan bank konvensional.

Anda akan menemukan beberapa istilah baru yang tidak ada dalam Bank Konvensional. Misalnya saja, jika di bank konvensional anda biasa mendengar istilah “bunga” maka di Bank Syariah Mandiri terdapat istilah “Marjin”. Sepintas kedua istilah ini mengandung teknis yang sama dalam pengaplikasiannya, namun secara konteks sangatlah berbeda. Anda perlu memahaminya secara komprehensif.

Selain itu, jika dalam bank konvensional sering menggunakan kata perjanjian kredit, Bank Syariah Mandiri menyebutnya dengan Akad Pembiayaan. Akad pembiayaan yang digunakan di Bank Syariah Mandiri antara lain adalah Akad Murabahah dan Akad Ijarah. Berikut adalah beberapa penjelasannya.

Sistem Simulasi Pinjaman Bank Mandiri Syariah 2019
Salah satu akad pembiayaan yang digunakan Bank Mandiri Syariah sebagai simulasi pinjaman adalah dengan menggunakan Akad Murabahah. Maksud dari Akad Murabahah adalah akad atas transaksi jual beli barang sebesar harga perolehan barang ditambahkan dengan marjin yang telah disepakati oleh semua pihak, dimana penjual mterlebih dahulu memberikan informasi tentang harga perolehan kepada pembeli.

Contoh :

Si A mengajukan pembiayaan sebesar 200 juta yang akan digunakan untuk membeli bermacam-macam barang dagangan di tokonya. Maka Bank Syariah mandiri bersedia memenuhi kebutuhan Si A dengan cara pihak Bank Syariah Mandiri akan memenuhi kebutuhan membeli barang untuk modal usaha itu seharga 200 juta. Nantinya Si A akan diberikan uang cash sebesar 200 juta untuk dibelikan barang modal usaha (belanja dengan cara diwakilkan), kemudian Bank syariah menjualnya kepada Si A dan Bank Syariah akan mengambil keuntungan dari pembiayaan 200 juta sebesar 50 juta misalnya dengan Akad Jual beli barang sembako. Jadi total hutang Si A kepada Bank Rp. 250 juta.

Akad pembiayaan yang digunakan oleh Bank Syariah Mandiri adalah Akad Ijarah. Akad Ijarah merupakan transaksi sewa menyewa atas suatu barang dan jasa antara pemilik obyek sewa, dalam hal ini termasuk kepemilikan hak pakai atas obyek sewa dengan penyewa untuk mendapatkan imbalan atas obyek sewa yang disewakan.

Produk Kredit Usaha milik Bank Mandiri Syariah 2019 terbagi menjadi 2 yaitu:
  • Pembiayaan Usaha Mikro (PUM) 
  • Pembiayaan Serbaguna Mikro (PSM) 

Apa saja persyaratannya untuk mengajukan kredit?
  • Usaha telah berjalan minimal 2 tahun 
  • Usia minimal 21 tahun atau sudah menikah dan maksimal 65 tahun saat pembiayaan lunas 
  • Surat keterangan usaha 
  • Non Golbertap (Bukan golongan berpenghasilan tetap): Wiraswasta/pedagang 
  • Limit pembiayaan sampai dengan 200 juta 
  • Tujuan Pembiayaan: Modal kerja dan Investasi 
  • Jangka waktu: Modal kerja 48 bulan & Investasi 60 bulan 
  • Biaya Administrasi sesuai ketentuan BSM 

Tabel Angsuran KUR Bank Mandiri Syariah

Berikut ini table Simulasi Kredit Bank Mandiri Syariah 2019


Itulah beberapa penjelasan tentang kredit usaha yang ada di Bank Syariah Mandiri beserta dengan tabel angsurannya. Semoga dapat memberikan informasi untuk anda yang ingin mengajukan kredit guna membangun usaha anda.
Advertisement